Langsung ke konten utama

Embung Basari Temanggung

 Pesona Alam di Lereng Gunung Sindoro

Embun Basari, yang terletak di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, telah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang populer di kawasan ini. Dikenal dengan nama lokal "Embun Bansari", tempat ini menawarkan pemandangan alam yang memukau dan udara sejuk khas dataran tinggi.


Keindahan Alam Yang Menakjubkan

Embung Bansari berada pada ketinggian sekitar 1.300 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut, tepat di lereng Gunung Sindoro. Dari lokasi ini pengunjung dapat menikmati panorama sembilan gunung sekaligus, termasuk Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Ungaran, Prau dan Muria. Pemandangan ini menjadikan Embung Bansari sebagai lokasi favorit untuk berburu sunrise dan sunset.


Fungsi dan Sejarah Embung Bansari

Awalnya, Embung Bansari di bangun pada tahun 2019 dengan tujuan utama sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian, terutama untuk tanamam tembakau yang menjadi komoditas unggulan di Temanggung. Embung ini memiliki kapasitas tampungan air mencapai 8.588 meter kubik dan dapat mengairi 100 hektar lahan pertanian. Pada tahun 2021, Embung ini di resmikan oleh presiden Joko Widodo sebagai sebagian upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumberdaya air secara berkelanjutan.


Aktifitas Wisata yang Ditawarkan

Selain sebagai sumber irigrasi, Embung Bansari kini juga menjadi destinasi wisata yang menari bagi para pengunjung. Beberapa aktivitas yang dapat di lakukan disini antara lain:

- Berkemah: Area sekitar Embung menyediakan tempat yang luas dan nyaman untuk berkemah, memungkinkan pengunjung menikmati malam dibawah bintang dengan suhu udara yang sejuk.

- Fotografi: Pemandangan alam yang indah menjadikan Embung Bansari menjadi spot fotografi yang populer, terutama saat matahari terbit dan terbenam.

-Memancing: Embung ini juga menyediakan area untuk memancing, cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati ketenangan sambil mencoba keperuntungan.

-Jalan - jalan santai: Tersedia jalur-jalur kecil di sekitar Embung yang cocok untuk berjalan kaki, menikmati udara yang segar dan pemandangan alam sekitar.


Fasilitas dan Akses

Embung Bansari dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, antara lain area parkir yang luas, toilet, musola, warung makan dan tempat duduk utuk bersantai. Akses menuju lokasi cukup mudah, meskipun jalan menuju Embung sedikit menanjak dan berbatu. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil untuk mencapa lokasi ini.


Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati keindahan Embung Bansari, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Jika berencana untuk berkemah, biaya tambahan sebesar Rp15.000 dikenakan, sementara biaya parkir untuk kendaraan bermoter Rp5.000 dan mobil Rp10.000.


Waktu Terbaik Untuk Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Embung Bansari adalah pada musim kemarau, antara bulam Mei sampai September, ketika cuaca cerah dan pemandangan gunung terlihat lebih jelas terlihat. Pagi hari adalah waktu yang ideal untuk menikmati sanrise dan suasana "negri di atas awan", sementara sore hari cocok untuk menikmati sunset yang mempesona.


Kesimpulan

Embung Bansari Temanggung bukan hanya sekedar Embung biasa; ia merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam, udara sejuk dan berbaga aktivitas menarik bagi para pengunjung. Dengan fasilitas yang memadai dan akses yang mudah. Embung Bansari menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam Jawa Tengah

Jadi, jika anda mencari tempat untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam. Embung Bansari Temanggung menjadi tempat yang patut untuk di pertimbangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CITY LIGHT CHONGQING

  Gemerlap Kota di Antara Pegunungan dan Sungai Chongqing, sebuah kota megapolis yang terletak di barat daya Tiongkok, bukan hanya dikenal karena posisi geografisnya yang unik—di antara perbukitan dan di persimpangan Sungai Yangtze dan Jialing—tetapi juga karena pesonanya di malam hari. Julukan “City of Mountains” atau “Foggy City” kini bertambah dengan satu identitas baru yang semakin populer di kalangan wisatawan: City Light Chongqing. Pemandangan kota Chongqing di malam hari adalah pengalaman visual yang spektakuler. Dari pencakar langit yang menjulang dengan pencahayaan LED canggih hingga pantulan lampu kota di sungai yang tenang, Chongqing telah memantapkan dirinya sebagai salah satu kota dengan pemandangan malam terbaik di Tiongkok, bahkan Asia. Transformasi Menjadi Kota Cahaya Dahulu dikenal sebagai kota industri dan pelabuhan sungai yang sibuk, Chongqing mengalami transformasi besar dalam dua dekade terakhir. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi, pemerintah lok...

Telaga Biru Cicerem

  Keindahan alam yang menakjubkan di Jawa Barat Telaga Biru Cicerem adalah salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Jawa Barat, Indonesia. Terkenal karena keindahan alamnya yang luar biasa, tempat ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya. *Lokasi dan Akses* Telaga Biru Cicerem terletak di daerah Majalengka, Jawa Barat. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari kota terdekat. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk liburan sehari. *Keindahan Alam* Telaga Biru Cicerem menawarkan pemandangan alam yang sangat indah. Air telaga yang jernih dan berwarna biru kehijauan memberikan kesan yang sangat menenangkan. Sekitar telaga dikelilingi oleh perbukitan hijau yang menambah keindahan panorama. Pengunjung dapat menikmati pemandangan sunrise atau sunset yang spektakuler dari lokasi ini. *Aktivitas yang Bisa Dilakukan* Selain menikmati keindahan...

Kuntilanak di Hutan Karet Mbringin

 Di sebuah desa kecil di lereng Gunung Mbringin, terdapat sebuah hutan karet tua yang sudah lama ditinggalkan. Warga menyebutnya Hutan Karet Mbringin. Konon katanya, sejak puluhan tahun lalu, hutan itu dihuni oleh sesosok kuntilanak yang menjerit setiap malam Jumat Kliwon. Rina, seorang mahasiswi dari kota, datang ke desa itu untuk melakukan penelitian tentang getah karet. Meski sudah diperingatkan oleh warga untuk tidak masuk ke hutan saat malam hari, rasa penasarannya lebih besar daripada rasa takutnya. Sore itu, Rina masuk ke hutan seorang diri. Pohon-pohon karet menjulang tinggi dan menciptakan bayangan gelap di antara sinar matahari yang mulai meredup. Saat sedang memotret pohon-pohon tua, terdengar suara tawa kecil… lirih, melengking, namun jelas. “Hehehe….” Rina terdiam. Ia menoleh ke sekeliling, namun tidak melihat siapa-siapa. Ia mengira hanya suara hewan malam, lalu melanjutkan pekerjaannya. Namun, semakin ia masuk ke dalam, suasana terasa semakin aneh. Udara menjadi ding...